Rabu, 24 Januari 2018

Semoga Kau tak tuli Tuhan

.
Ketika senja membasuh, memerah cerah, tiba-tiba begitu kuat fikir ku tuk sampaikan segala rasa yg ada Pada-Mu.
menata apa yg tersirat menjadi tersurat, meski barangkali hanya mencinta jadi keluhan, mencari sandaran, semoga Kau tak bosan Tuhan...
Pada apa yg kuutarakan.

Berapa lama diri menjejak, menari di semesta memenuhi segala rasa : menangis, tertawa, terjatuh lalu bangkit dari keterpurukan.
Semua itu terlalui dengan segala adanya diri, tapi kali ini tiba2 aku ingin bertanya.. Hhhh, 😧 sebentar Tuhan, biar ku hapus bening yg mulai menitik, ku dekap dulu tangis dihati yg mulai mengisak,.
Tuhan... Apakah benar aku tegar ? Apakah benar aku sabar ? Apakah salah aku menangis ? Apakah salah tatkala diri begitu lelah pada apa yg Kau gariskan di diri ini, meski suara jiwa selalu menuntun ku tuk bisa dan tetap bertahan... Dan nyatanya aku ada hingga kusampaikan kisah ini Pada-Mu.
Benar Tuhan, dan mohon Kau maafkan, terkadang aku merasa dunia sedang tak ramah, terkadang diri tersumbu marah, tatkala aku begitu lemah menghadapi 'dia' yang jujur aku tak mau bersahabat dengannya 😭😭
Begitu suara hatiku terdalam Tuhan, tapi lagi dan lagi aku tersedak saat kepala serasa ditusuk puluhan jarum seperti kejadian barusan.

Terima kasih Tuhan, engkau ajarkan diri, Kau tuntun kembali.
Aku untuk tak selalu menyerah pada apa yg telah Kau gariskan ini. 😧
Sungguh Kau tak tuli Tuhan, dan aku... Akan tetap berdiri, menatap bintang sambil kurangkai kalimat suci untuk-Mu....

Kutulis ini, ketika malam membasah diusangnya kisah ku.
Tiba2 fikir ku mengajak ku untuk berkaca pada masa lalu, aku tersentak. Begitu inginnya hati menyampaikan apa yg tersirat pada Mu, ahh kuyakini saja, meski nyata diri dalam kenestapaan, tapi engkau maha pengasih tak pilih kasih, biarlah apa yg tersirat ini menjadi tersurat.

Tuhan berapa lama diri menjejak, dimana  langkah - langkah tercipta penuh warna.
Hingga 'dia' datang menghampiri ku bagai tak mau melepasku. Dia (kanker ini) karena nya dunia ku menjadi berubah, karena nya sering kali aku jatuh kesakitan hingga rasanya tak kuat lagi diri menanggung beban.
Tapi nyata nya, aku masih saja ada, hingga ku urai ini pada Mu..
Duh gusti sang pengasih.. Tersadar aku bahwa kesabaran adalah bumi, bahwa hidup tak harus terhenti, meski jujur ku katakan sempat aku kelelahan, membuatku ingin menyerah pada keadaan.

Dan lagi... Kau hadirkan cahaya terang terpendar menyelimuti ku, aku menangis,.. Tapi selalu Kau bangkitkan aku, Kau ajarkan  diri ini tuk selalu berguru pada semesta.
Benar Tuhan aku ada dan selalu akan begitu.. Dengan semangat kekuatan Mu
Meski 'dia' seakan bagai memelukku erat dan belum mau melepaskan ku.
Aku akan tetap tegar menghadapi 'dia' bersama Mu Tuhan.
Aku percaya hingga hari penantian dunia ku tak harus berhenti, aku akan tetap menari bagai kupu - kupu terbang lincah, sambil kupintal kalimat suci pada Mu di semesta penuh bunga. 😇