Jumat, 30 Maret 2018

Mengenangmu

Didalam anganku.
Masih ada rasa yg selalu tertuju padamu  Meski sudah lama waktu kau tak lagi bersamaku.
Namun semua hal tentangmu masih saja memenuhi jiwaku.

Anganku masih saja merabah-rabah sisa hadirmu.
Engkau masih selau saja menjadi lamunan terindahku.
Disepanjang waktu yg aku lalui.
Masih ada rindu yg selalu membanjiri hati.

Merdu lantunan suaramu.
Teduh tatap matamu.
Serta segala nasehat-nasehatmu.
Semua itu masih jelas terasa hingga kini untukku.

Biarlah waktu terus berganti.
Pada saatnya nanti kita akan bertemu lagi.
Ditempat terindah yg Tuhan siapkan untuk kita.
Tunggu aku disana, Ayah.

Senin, 26 Maret 2018

Es Nanas dan secangkir teh hitam

Setelah perbincangan panjang dan tawa itu terhenti.
Ada jedah yg terjadi.
Hingga riuh orang-orang yg sempat terabaikan.
Kini terdengar seakan menggertak.

Diantara riuhnya suara dunia.
Suaranya kembali memecah diam kita.

"terkadang, es nanas lebih menyegarkan daripada secangkir teh hitam kesukaanmu" katanya.

Aku hanya tersenyum mendengar ucapnya.
Sambil mencoba menerka apa maksud dari ucapannya.
Tapi apalah dayaku.
Semua pikiranku habis tersita ketika matanya menatap tepat kearah mataku.
dan tersenyum.

Waktupun berlalu.
Kembali memotong sebuah temu.
Kaupun beranjak pergi lagi.
Menyisakan rasa yg entah aku tak mengerti.

"terkadang, es nanas lebih menyegarkan daripada secangkir teh hitam kesukaanmu"

Kalimat itu masih terngingang menemaniku dalam perjalan pulang.

Dan ketika aku melihat cangkir bekas teh hitam  tadi pagi didalam kamarku.
Akhirnya aku menemukan makna dari ucapannya itu.

dia mungkin benar.
Banyak hal lain yg bisa membuat kita merasakan bahagia, merasakan rasa nyaman. namun terkadang, kita terlalu fokus pada sesuatu yg kita sukai, hingga mengabaikan hal lain.

ya seperti es nanas itu,
nyatanya itu juga menyegarkan.

Bogor, 26 maret 2018  00:18

Sebuah kisah tentang penyesalan

Menekuri kisah yang tak juga menemukan arah tujuannya…
Namun apalah daya.
Aku hanya manusia yg merancang rencana.
Pada akhirnya Tuhan yg menentukan segalanya.

Telah meresap merata disetiap sudut terkecil hati….
Entah apa yang semestinya aku lakukan lagi.
Entah anugerah ataukah musibah
Semua  yg aku rasakan ini.
Aku tak tau dan aku pun tak peduli.

Rasa ini telah membawa ku lebih jauh dari yg kukira.
Hingga aku seakan buta dengan segala isyarat manusia yang mencerca…
Tuli dengan semua omongan  sampah….

Hingga kini impian yg aku harapkan itu menjadi kenangan.
Waktu membelengguku dengan sebuah keputusasaan…
Membabat habis keberanian untuk melangka.
Hingga aku terdiam tak berdaya.

Selasa, 20 Maret 2018

Kau dan aku

Kau yg selama ini menemaniku
mengisi hatiku
memenuhi segala ruang dan waktuku
memberikan warna-warni dihidupku

jalan memang tak selalu seperti yg kita harapkan
karna hidup memang butuh perjuangan
jadi tetaplah terus menjadi penyejuk hati
sampai kita tak sanggup lagi

bila khilafku menyakitimu
katakanlah apa salahku
agar aku secepatnya meminta maaf padamu
dan memperbaiki segala kesalahanku

disaat indah dan sedihku
kau begitu tulus menemaniku
meski terkadang kau juga menyayatkan perih hatiku
namun kau tetap yg terindah untukku

Senin, 19 Maret 2018

Perih

Ketika kau menutup satu-satunya pintu yg ingin kumasuki.
Ada nyeri yg menggerogoti.
Melindas asa yg kusimpan rapat di sudut terdalam hati.

Selalu kucoba tuk pahami posisimu.
Namun tetap saja setetes kecewa membasahi nuraniku.

Namun, kau harus percaya padaku.
Do'a terbaik untuk mu akan selalu terbungkus rapi dalam tiap do'aku.

Selasa, 13 Maret 2018

Menghilang


Risau yang dulu ada,  semua sudah tercover dalam satu jawaban.
Bahwa Allah tak berkehendak.
Dalam Takdir..
dalam kenyataan yang ada.

Menghilanglah.
Jika kau sudah lelah setelah mengupayakan semuanya.
Bukan karena putus asa.
Kamu sebenarnya yakin hatimupun perlu rehat sejenak.

Kembalilah.
Ketika kau perlu rangkulan yang sebenar-benarnya ketulusan.
Kepada Rabbmu,  kepada Rasulmu,  kepada Orang Tuamu.

Aku hanya merasa semua ini cukup.
Karena kebesaran hati.
Mengikhlaskan yang kecil sebelum besar.
Aku ingin baik,  sebelum dan setelah aku baik.
Terimakasih Telah membuatku menghilang,  untuk asa yang baru 🍃🍂

Rabu, 07 Maret 2018

Catatanku #1

Berada di titik lemah memang tak akan pernah mudah. Apalagi kalau berdiri sendiri tanpa ada bahu tempat menyandarkan segala lelah. Tapi, di saat itu aku juga tahu siapa yang benar-benar peduli atau sekedar ingin tahu apa yang terjadi.

Berjalan di atas luka dan lara. Merelakan kakiku basah oleh darah. Hanya demi sebuah pengharapan, kau sebut itu sebagai pengorbanan. Tanpa kau mau berdiri di sebelahku, sekedar menawarkan telinga untuk mendengarkan keluh kesahku.

Aku masih punya hujan yang selalu menutupi airmata di pipiku. Aku masih punya angin yang rela mendekap untuk meredakan gelisahku. Aku masih punya Tuhan yang kuyakini tak akan pernah salah memberikan jalan. Tapi satu, aku merasa sudah tak punya kau yang kuharap akan selalu ada agar bahagia lebih lengkap.

Takdir kita

Kadang yang tulus justru ada pada mereka yang tak bisa saling memiliki

Mereka
Yang dipaksa rela melepaskan
Yang terpaksa patuh pada keadaan

Padahal justru mereka
Yang mencinta dengan sangat
Justru mereka
Yang menyayang hingga lupa rehat

Ah, begitulah, sialnya
Yang tulus justru ada pada mereka yang tak bisa saling memiliki

Selasa, 06 Maret 2018

Hujan Pagi ini

Setabah mendung pagi ini
Yang hadirnya diumpat dalam hati
Padahal ialah yang paling paham makna merelakan
Membersamai hujan walau akhirnya harus melepaskan

Soal kehilangan?
Hei, dia bahkan rela di tiadakan

Sesabar hujan pagi ini
Yang hadirnya pasti dimaki
Padahal ialah yang paling paham makna kehilangan
Walau luruhnya sudah pasti meniadakan awan
Namun demi semesta
Ia rela, kehilangan dia yg selalalu membersamainya
Ia rela, walau harus jatuh dengan luka

Pantaskah cinta di bayar dengan kehilangan?
Barangkali hujan tahu jawabannya

Senin, 05 Maret 2018

Sajak Rindu

Ada suatu masa dimana aku sangat membenci rindu
Bukan, bukan rindu namaku
Tapi rindu yang membawa kenangan
Yang sejatinya ingin aku lupakan

Rindu akan seseorang yang jika kau merindukannya
Lembaran kosong itu akan penuh dengan kalimat luka

Namun semakin kesini aku paham,
bahwa tak ada yang salah dengan rindu,
perasaan rindu itu merupakan nikmat Tuhan
Jika kau paham makna penerimaan.

Peluk perasaan rindu itu erat-erat berdamailah dengannya,
bertemanlah dengannya, nikmati rindu itu kapanpun ia singgah
Sungguh perasaan rindu itu indah jika kau paham makna penerimaan

Mencintaimu

Melupakanmu hanyalah omong kosong dari kemunafikan diri.
Sebab, hingga saat ini kau masih satu-satunya yg bersemayam dalam hati.

Meskipun jutaan luka telah digoreskan.
Nyatanya, itu takkan pernah cukup dijadikan alasan untuk meninggalkan.

Kecewa yg terus menerus meresahkan jiwa.
Tak sanggup mengurangi segala apa yg telah terasa.

Aku mencintaimu.
Tak sedikitpun aku ragu.

Dan aku akan terus mencoba bertahan semampuku.
Seperti daun yg pasrah menunggu jatuh.

Meski jalan yg kita tempuh selalu penuh dengan kecewa.

Dan aku  masih tetap bertahan disini....
di tempat saat kau buatku  tersenyum,tertawa...
ditempat dimana juga kau sering goreskan luka....

Dan aku masih disini,
entah sia-sia ataukah tidak...
tapi yg aku tau..
Aku masih berada didalam rasa yang sama.

Sabtu, 03 Maret 2018

Perihal kamu, tolong katakan


Aku seringkali menulis perihal kamu. Bukan hanya untuk sekadar mengeja rasa rindu. Atau sekadar melampiaskan luka yang terlanjur membekas pada kalbu.
Aku menulis perihal kamu, karena aku tahu. Takdir itu tak pasti. Kehilangan kamu barangkali bisa saja terjadi. Ditinggalkan olehmu bisa saja terulang kembali.

Aku menulis perihal kamu agar kamu selalu ada dalam duniaku. Selalu hidup bersama rangkaian kata yang aku ramu. Selalu hadir dikala aku tengah digerogoti rasa rindu.

.....................................................................

Aku butuh kau mengatakan banyak hal hingga aku tak perlu mencemaskan segalanya dan menerka-nerka semuanya.

Tolong katakan,...

Katakan padaku bahwa kau merindukanku,...
Katakan padaku bahwa dihatimu tidak ada orang lain,...
Katakan padaku bahwa kamu tak akan berniat untuk pergi,...
Katakan padaku bahwa kau baik-baik saja, katakan padaku bahwa niat dari tujuanmu adalah arah ke diriku,...
Katakan padaku, katakan segala yang ingin ku tahu agar aku tenang setenang yang aku ingin,.
Sebab kini aku meragu.

Jumat, 02 Maret 2018

Bukan rindu


Mengapa sampai saat ini aku masih merasakan sesak itu.
Bahkan untuk terlelappun , aku harus berjuang meredakannya.
Melihat kebenaran yang terjadi, kekuatan penuh kembali terkuras.
Kenyataan yang ada membuatku terus kembali.

Sungguh apakah ini ?
Bahkan secuil dendam tak pernah aku fikirkan.
Memaafkan sudah aku lontarkan.
Bahkan hati ini selalu berjuang untuk kembali pulih sejak sekian lama.

Melihat...
Dengan melihat, semua runtuh.
Dengan melihat, semua tiada arti.
Kekuatan itu melemah, bangkit, dan melemah kembali.

Mengapa ini??
Padahal pagi sudah sekian kali berganti.
Petang memanggil beberapa kali.
Bahkan malam tak ada habis berbisik,
Tidurlah...
Kau perlu rehat dari segala yang menyayat hati.

Apakah ini.
Dari aku,..

Bogor, 03 maret 2018     04:10 WIB

Apa yang sebenarnya ingin ku kenang ?


Fikiranku gentayangan dengan perasaan gamang yg berkepanjangan.
Imajinasi ku berkeliaran tanpa kejelasan.
Lalu apa lagi yang sebenarnya ingin aku kenang?

ditempat ini sudah tak ada lagi cerita yg bisa digoreskan.
pulang ke tempatmu, hanya kebodohan-kebodohan yang akan menghantui diri lagi dan lagi.

Lalu apa yang aku cari dari setiap sepi yg ku nikmati?

Kali ini, aku benar-benar menepi


Hujan..
Maafkan aku yang kali ini harus menepi.
Menepi untuk kesekian kali.
Tak membawa luka, tak membawa bahagia.
Tempat penepian yang terasa hampa.

Hujan...
Maafkan aku.
Yang kesekian kali aku terus hanyut karenamu.
Rindu saat kau hadir.
Dan terus rindu saat kau hilang.

Bersabar itu pasti.
Melangkah itu harus.
Namun bertahan, aku tak bisa menduganya.
Karena mufakat yg hakiki telah tiada di dalamnya.

Kau tau hujan?
Bahwa cinta adalah anugerah dan rahmat.
Sama seperti mu.
Maka dari itu, untuk mencapai cinta yg hakiki.
Aku harus menepi.
Menepi yang benar-benar menepi.

Biarlah hal itu ikut hanyut bersamamu .
Bersama aliran hujan.

Kamis, 01 Maret 2018

Kepergian untuk sementara


Biarkan aku menelan semua ini tanpa sisa, tercerna, dan kemudian entah kemana.
Siklus ini terjadi, terus-menerus, dan berulang-ulang.
Pagi kembali Pagi.
Siang kembali Siang.
dan Malam terus mewujudkan gelapnya.
Tanpa sadar, jiwa kita ternyata kuat.
Kuat dalam penantian,dan kuat dalam menjalankan segala sesuatu yang sejatinya sering terjadi namun tetap menerima.

Aku tak akan pernah mengenali siapapun yang datang dan pergi dengan skala keyakinan yang tinggi.
Karena ingatan akan hilang seiring berjalannya waktu dan ketegaran hati.
Namun aku percaya dengan segala keyakinan, bahwa semuanya hanya sementara.
Termasuk kepergian yang ada.

Bogor, 1 Maret 2018. 19:41

Menuju Hujan