Rabu, 26 September 2018

Sajak cerita

Kita adalah dua yang di awali tanpa sengaja
Lalu kebetulan di akrabkan dengan aktivitas yang sama
Lantas waktu membungkusnya menjadi rasa yang berbeda
Aku yang dulunya mati-matian menutup hatiku, lalu membiarkan seseorang masuk menempatinya
Dia adalah nyaman yang merawatku pulih dari luka
Dia adalah sejuk yang membasahi tiap inci keringnya telaga di hatiku
Dia adalah satu-satunya hitam di tengah hamparan putih nan luas
Aku benar-benar jatuh luruh membiarkannya menguasai isi rumah kecil di hatiku
Senyum di bibirnya adalah bahagia kecil yang selalu ingin ku nikmati
Akan ku lakukan apapun agar senyum yang ku puja tetap mekar
Segalanya menjadi candu dalam sekejap
Dan menjadi pilu dalam sekejap pula
Mengapa sesuatu yang indah selalu cepat berlalu
Seperti kamu, Seperti kembang api, seperti senja, seperti hujan
Disaat isi rumah di hatiku telah menjelma tentang kamu, warnanya aromanya, segalanya tentang kamu
Kau menghilang begitu saja
Tak bisa menemukanmu di manapun
Hingga aku dapati kau telah nyaman bersama yang lain
Dan menikmati senyummu pun rasanya seperti menatap matahari di siang panas nan terik
Kau terlalu menyilaukan
Kau terlalu menyakitkan
Kita adalah dua yang di awali tanpa sengaja
Dan menjadi asing karena sengaja
Kau tidak salah, bukan pula aku yang teramat mencintaimu, bukan, aku pun tidak salah, hanya ceroboh