Minggu, 29 April 2018

Teringat ibu

Saat burung melupakan dahan
Aku teringat ibu
Setelah pulang dari terbang jauh
Luka rindu pada petang
yang terpisah
Mungkin bukan milikku

Sejak kecil bertanyaku kepada bintang
Selalu tak pernah aku tahu
Bagaimana rasanya rindu
Teman kecilku kupu-kupu
Kembaraku angin ladang
Bahagiaku capung - capung telaga
Sejak dulu kerinduanku selalu gugup
Kemana hinggap sayap-sayapku

Kecilku layang-layang
Tak seorang memegang benang
Hanya karena tangan - tangan langit
Tak hilang angin dan awanku

Terpejam aku setiap ingat ibu
Kalau nanti sampai titik airmataku
Ingin kukirim itu sebagai kado
Setangkai kenangan kepada ibu
Tak tahu apa ibu sedang menunggu.?

Kucari tempat untukku

yang terpisah memang milikku
Luput dari tanganku
Kubuat jendelaku tahan angin
Dalam kabut maupun kelam
Supaya tepat kulihat sebuah jarak
Mengukur gugur daun
yang lepas dari masa silam

Aku berjalan terus
Mengulang musim demi musim
Menuju kabut dan kelam
Kulihat kelip lampu di seberang
Sejuk bagai danau
Tapi tak kutemukan disana pintu rumahku
Masihkah ada sebuah tempat duduk
Mengingat masa kecilku
Menahan airmataku.
.
Bogor,  29 april 2018

Minggu, 22 April 2018

Hubungan kakak-adik


Hubungan persaudaraan yang sebenarnya adalah ketika saudaramu sdh sama2 berumah tangga.....

Akankah hubungan itu masih sama ketika masa kecil dahulu...ketika bertengkar kemudian bermain bersama lagi.....

Ketika ada yg mengganggumu...kemudian kau panggil kakakmu....lalu dg badannya yg lebih besar dia membelamu Krn kau adalah adiknya....

Atau ketika kau membela adikmu yg memang bersalah.....demi sebuah kata Krn dia adikku.

Ketika makanan yang dihidangkan ibumu....dibagi bersama saudaramu.Satu makan tempe maka semua tempe....tak ada yg dipilih kasih...satu makan telor maka dibagilah telornya jika hanya satu butir.

Atau ketika bpkmu pergi kondangan dan membawa....satu tempat makanan....pasti berebut makanan kesukaan....tapi ujung2....makan bersama dalam satu wadah.

Ah.....betapa akan sangat dirindukan hal2 seperti itu.

Akankah moment kebersamaan itu masih ada ketika kalian sdh berumah tangga???.

Ketika satu menjadi kaya yg lain hanya biasa saja.....
ketika satu menjadi org terhormat sementara yg lain hanya jd rakyat biasa....atau ketika yg satu telah menjadi sangatlah alim....tapi yg lain masih mencari jati diri....belum dibukakan hidayah....

Maka selayaknya....saudara tetaplah saudara....dilahirkan Dr ibu dan bapak yg sama...maka darah saudaramu juga sama denganmu...sudah sepatutnya saling mengingatkan....saling membantu... saling bergandengan tangan......karena sesungguhnya saudaramu jauh di lubuk hatinya akan juga mendoakan mu.....

Ketika kau menjadi kaya...saudaramu tdk akan meminta hartamu tapi dg bangga dia akan berkata..pada semua orang "lihatlah...saudaraku sudah jadi orang kaya"......

Yang jadi ujian adl ketika saudaramu terpuruk....akankah kalian meninggalkan atau melambaikan tanganmu utk merengkuhnya???.

Coba tanya hatimu sendiri....Karena saudara bkn hanya perkara harta, bkn pula masalah yang bermartabat atau tidak

bukan pula masalah siapa yg dekat pada Sang Pencipta atau tidak..... tapi ini masalah hati😥.

Ingatlah....belum tentu saudaramu yg terpuruk akan selamanya terpuruk.....tak pasti juga dia yg sekarang jd orang brutal esok juga akan tetap sama....

Dan belum tentu yg skrg kaya akan selamanya kaya...yang skrg alim akan tetap alim..

Krn hanya Tuhanlah yg tahu.

Jagalah saudaramu selagi ada....dalam keadaan apapun...Krn kelak dia juga akan menjagamu....walau pun hanya lewat doa.

Sabtu, 21 April 2018

Itu saja

Hening...
Cintaku hening..
Sekadar tutur kata pun tiada.
Sekadar sapa pun kelu
Sekedar senyum pun beku
Namun...
Kugenggam engkau..
Dalam do'a yang mengalir tiada kira..
Bukan harus denganmu..
Tapi aku bahagia saat bersamamu...
Cukup

Rabu, 18 April 2018

Hmmm...

“Ketika kita memulai cinta yang salah, maka bersiaplah berakhir dengan sesuatu yang salah. Tetapi jika kita memulai dengan cinta yang benar? Bersiaplah bahwa kita akan menerima akhir kebenaran atas pilihan terbaik-Nya dengan keikhlasan penuh yang ada pada hatimu. Apa pun yang ditakdirkan padamu, itu tidak akan pernah meleset padamu, berbaik sangkalah kepada Allah, Allah tengah mempersiapkan yang terbaik untukmu. Bukan tentang dengan siapa kita akan menikah, namun tentang sudah sejauh manakah kesiapan dan keimanan kita dalam menyambut sebuah pernikahan itu? Semangatlah ...”

Senin, 16 April 2018

Goresan tangan si reka

Untuk seseorang yg tak kukenal sebelumnya yg ku panggil Ayah,sekalipun aku punya papa. Dulu, Mama jdi satu-satunya yg kusebut orang tua. Lama kami hidup berdua hingga kau datang menjadikan "kita" sebuah keluarga yg utuh. Entah kapan tepatnya mama dan kamu menikah,dan memintaku memanggilmu Ayah,aku tak bisa membuktikan perkataan teman-temanku kata mereka Ayah itu galak dan kaku, tapi aku tak melihat hal itu dalam dirimu.
Kadang, aku suka menghabiskan waktu untuk diam dan meremang merenungi kenyataan ketika papa memang tak lunas memenuhi tanggungjawab nya.ketidakhadiran papa yg seringkali membuatku berbeda dari teman-temanku lainnya. Tapi, kedewasaan menuntutku untuk ikhlas menerima, dengan segala yg sudah aku punya, bukankah tak ada yg harus dirisaukan? Akupun tak harus menyalahkan diri sendiri, Mama, atau keadaan membuatnya seperti sekarang? Bukankah ketidakhadiran papa tak perlu dipermasalahkan ketika sudah ada Ayah yg bisa menggantikan?
Tuhan memang sutradara yg hebat. Diantara kemalangan yg kudapat, sengaja Dia kirimkan seseorang yg boleh kusebut sebagai malaikat penyelamat.
Terimakasih Ayah aku mungkin tak bisa lunas membayar semua kebaikanmu, tapi izinkan aku merawat dan menjaga Ayah di akhir usia 😊😘

Minggu, 15 April 2018

Berdua saja menuju senja

Ku titip hati ku
jangan lepas
atau jatuh keorang lain
begitu juga kenangan mu akan kubawa dan aku jaga
sekuat; semampuku
seperti kau menjaganya
merawatnya setiap waktu
membimbing penuh suka cita
sampai Tuhan mempertemukan kita kembali
kesuatu hari yang jauh
langit biru tak berawan
pagi dan sore tanpa hujan
waktu yang lebih tepat
untuk menunggu senja
hanya ada kau & aku

Cerita lelaki penikmat hujan

aku selalu berharap
kita saling dekat
menikmati nuansa mendung dan hujan
saling bercerita sesuatu yang ganjil
dalam hidup mu
juga diriku
yah.. begitulah
hidup ini terkadang sangat aneh
setiap orang telah merasa kehilangan keindahan
padahal sesuatu yang kecil
ada didekat dan disekelilingnya
mungkin benar metamorfosis kupu-kupu
kita hanya perlu merubah mindset
lalu kembali mencermati sesutau yang kecil
seperti embun cangkir ini
embun diujung daun
.....luruh tak bergeming
#Lelakipenikmathujan

Rindu ini sepi seketika

Telah ku lewati senyap yang panjang
yang tiap-tiap ruanganya menggema
rindu ini sepi seketika
Memekik ujung malam
...
aku duduk : mereka-reka sejarah
membuka catatan
barangkali ada sisa bagianmu tertinggal
...
karena terlalu naif
aku...
"menangis"

***

Sabtu, 14 April 2018

Jangan jangan kau benci puisi

Masih setia dengan teh hitam
menerawang jauh ke ujung miracle
ikuti alur teka-teki hidup
susupi lorong demi lorong
hinggap sewaktu-waktu
bukankah setiap detik hati menggema ?
tertiup gaib di kedalaman ruh
setiap hujan; atau musim kemarau yang turun rinai gerimis, atau apapun yang kau jumpai
***

telah berjatuhan segala isyarat
lalu cinta datang melayang bagai kupu-kupu
gemersip sayapnya yang warna-warni
mendebarkan gejolak kedangkalan hatimu
jika kau kejar ia, maka ia terbang semakin jauh
bayangnya pun tak mampu kau raih
jika engkau diam
ia datang terbang menghampiri
demikian cinta (kata penyair)
***

kini sajak hujan menjelma bagai elang legam
terombang ambing angin
tetap teguh berterbangan
demi mencapai kebebasan
didetik waktu terhenti; tapi
sampai mana kau mengenal puisi ?
bagaimana kau akan eja puisi
jika kau tak punya kebebasan;
dan tak mau menikmati waktu berhenti
jangan-jangan kau benci puisi

Aku kau & hujan

Disini; berdua saja
sementara kita tetap menjaga rahasia
antara aku kau dan hujan
biarkan resah menguasi hatimu
biar degup berirama
senada semu yang tiada terdengar;
biar aku kuasai bengis yang tak terlatih;
yang kau rasakan
bersama nafas ku yang tersumbat
atau bibir gemetar;
biar sunyi seketika mengubur kita untuk
malam
mengiringi nyanyi-nyanyian anak burung
yang menggigil bersama gerimis
dan; perarakan hantu-hantu remaja

Nyanyian malam

Rasa bosan adalah semangat ku atas semua yang ada
Tangan tak tergerakan untuk menciptakan dunia
Ataupun melenyapkan yang ada.
Aku tak bisa hidup aku hanya bisa mati,
Karena beban dari suatu masa yang berabad-abad lamanya telah menghimpit ku,
Dan rintihan laut tak henti-henti meletihkan tidur ku

Aku kehilangan tujuan utama
Dan raib serupa matahari terbenam;
Aku melucuti keilahianku dari kegunaannya
Dan meniupkan kekekalanku hingga ke angkasa,
Dan lenyap lama sekali...

Aku hilang dan lenyap dari peredaran zaman
Kedalam kehampaan dan ketiadaan !

Dengarlah saudara-saudaraku, saudara purbaku...
Kaum muda di lembah sana
Mempersembahkan nyanyian hatinya untuk malam.
Harpanya terbuat dari emas dan kayu pilihan
Bersuara perak dan emas

Selasa, 10 April 2018

Yang tulus Terabaikan

Aku pernah mencintai dengan teramat dalam.
Tapi ia melepaskan tanpa mau mempertimbangkan.
Aku juga pernah melakukan apapun untuk kebahagiaannya.
Tapi ia malah mematahkan kebahagiaanku tanpa ada alasannya.
Bahkan aku juga pernah berjuang mati-matian.
Tapi dengan enyahnya dia malah melepaskan.

Apa aku membencinya? Tak berkata-
Benciku bagaikan sebuah narasi tapi ingin terus bertemu paragraf baru ketika bertemu titik. Tak terhenti- Ingin terus menerus benci.
Karena selama ini merasa paling tersakiti.

Lalu apa aku peduli sekarang? Tidak-
Apapun posisinya. Apapun bentuknya. Aku tak mau tau tentangnya.
Bahkan kebiasaan yang sejak dulu melekat dipikiran, ku singkirkan dengan perlahan.
Tak ingin- Sudah muak !
Semua teramat sakit dengan caranya tanpa penjelasan.
menyebalkan-

Jika tau pada akhirnya begini, tak akan ku biarkan dia menjajah hatiku sesempurna ini.
Tak ku biarkan dia memporak porandakan kebahagiaan yang ku bangun sejauh ini.
Tak ku biarkan, dia membawa hatiku lalu mengembalikan dengan hati yang tak berbentuk lagi.
Ia jahat, sekarang.

Tapi aku mencintainya dengan begitu dalam,
dulu.

Senin, 02 April 2018

Cerita kita

Malam ini kau kembali menyapa setelah sekian lama,
Pesanmu hanya kubaca
Semoga kau paham maksud kalimat panjangku nona

Setelah "hai" darimu, tentangmu menggelantung dalam pejamku, menyeretku menjelajah waktu, terperangkap dalam kenangan dua tahun lalu, ah sialnya aku malah menuliskanmu, kau makin liar menjalari isi kepalaku

Kau dulu pernah mengisi ruang kosong disana, di hati seorang pria yang sempat menjadikanmu segala, menyayangimu dengan penuh semoga, menjagamu dari siapa saja yang ingin meluka. Tapi ruang itu kosong nona, memang sudah kosong sebelum kau ada disana, dia memilihmu menempatinya karena ia belum paham bahwa seharusnya disana tempat Rabnya, yang telah memberinya bahagia, namun selalu ia jadikan yang kedua. ya, pria itu aku

Maaf jika pamitku dulu membuatmu pilu, melepasmu saat itu adalah ujian terberatku,
Sayangnya kau tidak sepaham, kau memilih mendendam, kau jadikan kawanku sebagai pelampiasan. kau berhasil, melihatmu bersamanya sanggup membuatku terluka dalam gigil, tapi, bukankah semakin tinggi iman seseorang semakin berat ujian yang diberikan?

Setelah itu kau menghilang, cukup lama sampai akhirnya malam ini kau datang, mengucap salam, mengungkit cerita yang telah lama ku pendam.

Nona, jika tulisan ini kau baca, aku harap kau paham satu hal, bahwa; "saling mencintai karena Allah, tidak mungkin dengan cara yang tidak disukai Allah, kan?", Mari kita sama-sama berbenah, menjadi pribadi yang dirindukan Jannah