Rabu, 27 Desember 2017

Takut untuk Jatuh cinta kembali

Aku pernah hampir menyerah, sampai akhirnya dia datang menguatkan.
Aku pernah nyaris putus asa, sampai suatu ketika dia datang mengubah duka menjadi suka.

Aku pernah ingin berkata sudah, sampai akhirnya dia menawarkan bahagia untuk jangka waktu yang lama.
Hingga pada suatu titik, aku menjadikannya tempat berpulang ketika lelah. Menjadikannya penampung keluh kesah, sampai menjadikan dia sebagai penasehat paling hebat.

Tak ada lagi yang lain selain dia. Karena bagiku, dia itu sesuatu yang disajikan semesta untuk membuatku bahagia.

Hingga pada suatu titik balik, aku disadarkan oleh dirinya sendiri.

Aku terlampau salah menilainya.
Aku terlampau lugas memaknai janjinya.
Aku terlalu mudah untuk menjadi percaya.

Karena tahukah?

Di saat aku benar-benar membutuhkannya, di saat itu pula dia membuatku kecewa tak terkira.
Sampai akhirnya aku memilih berpindah dari dia yang membuatku terluka.
Kini, aku berada di antara riuhnya hati yang takut untuk jatuh cinta kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar