Senin, 23 Juli 2018

Malam beraroma kenangan

Malam ini hujan mengguyur ramah.
Gemercik ringan meluas dan menggenang.
Aroma malam terasa lebih dalam,  bersama hembusan angin dan jadilah dingin yang teramat dalam.
Penantian esok masih panjang,  ada beberapa waktu lagi menunggu pagi.
Entah,  akan berhenti disini atau berlanjut dan reda esok hari.
Tak tahu.

Semakin kusut pikiran ini,  menjelma menjadi pena-pena yang siap menghantam putihnya kertas.
Mengukir segala isi hati,  menjadikannya sebagai gambaran di dalam sunyi.

Entah.
Segalanya tentang esok.
Esok dan esok.

Hari ini rasanya masih tentang esok.
Difikir berapa kalipun esok lebih dinanti. Merindukannya,  sampai hujan tlah terasa hilang.
Kemudian senyap.

Tak tahu,  sampai kapan rasa rindu ada.
Mengubah nama?  Atau menghilangkan memori kata "rindu" di dalam otak?
Percuma. Telah jauh di sebrang samudera.
Percuma. Ada bunga indah disana.

Ombak membawaku kepada esokpun,  aku masih belum tau kenyataan seperti apa yang dirasa.
Biarlah semua sirna.
Malam ini cukuplah aku mengenang hujan,  karena sebentar lagi hujan kan menjadi kenangan yang akan datang lagi ketika tiba waktunya.

Benar saja.
Hujan sudah reda.
Ku tunggu (lagi)

Malam beraromakan kenangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar