Rabu, 12 Desember 2018

Niat suci 2

Bulan tetap terang ketika tidak menghindari malam.
Kemudian malam melanjutkan tugasnya kosong dari segala perasaan.
Seperti yg pernah kujanjikan pada cerita sebelum nya bahwa aku akan tetap menceritakan apapun kemungkinan yg terjadi pada kisah ini.
Flashdisk, Flashlight, flashback pada cerita sebelumnya aku ingin mengikat seorang wanita yg beberapa hari terakhir sangat kucintai tapi tidak untuk hari ini,.. kenapa aku katakan begitu, nanti akan kuceritakan semua disini.
Beberapa hari sebelumnya aku memberi cincin pada dia dengan sebuah perjanjian jika dia terima pinangan ku maka simpan cincin dariku dengan kesepakatan aku akan datang menemui bapaknya untuk membahas rencana baik ini, namun bila dia menolaknya maka sebagai tanda penolakan nya  dia mengembalikan cincin dariku.
Maaf jika telat kuceritakan semua disini tepat nya 2 hari yg lalu dia telah mengembalikan cincin itu dengan alasan belum siap untuk melangkah kearah yg seserius itu.
"Aku hargai perjuangan kamu untuk mendapatkan aku, aku sangat menghargai itu, aku juga udah musyawarah sama orang tua aku dan mereka menentukan jawaban sepenuhnya dia aku,, maaf untuk melangkah sejauh itu aku belum siap, aku masih muda, masih banyak perjalanan yg belum aku lalui, aku masih pengen main,, jadi untuk jawaban itu aku tidak bisa menerima nya."
Aku tetap dengan gayaku yg cengengesan yg seolah tak pernah bersedih, itu yg sering dikatakan temen-temenku
" Ya gapapa, aku ga maksa koq, kan seperti yg udah aku bilang sebelumnya jangan ada keterpaksaan ataupun rasa kasian saat kamu menerima nya ,, tentukan pilihan hati sejujur-jujurnya karena pernikahan adalah komitmen kita untuk mengarungi kisah hidup selanjutnya bersama-sama. Jika ada keterpaksaan maka tentunya tak akan bahagia, aku ga mau kamu menyalahkan takdir karena telah memilih aku."
Okeee I'm fine ,... Don't worry aku bisa menerima kenyataan koq."
Kita terdiam sejenak saling menatap bergengaman tangan,.dia berucap
"Oke ini aku kembalikan cincin kamu, aku yakin kamu akan baik-baik saja tanpa aku,, meski aku menolak ini semua aku ingin kamu jangan pernah berubah ke aku , jangan pernah membenci aku ,,
mohon kamu berjanji untuk itu."
Aku nyengir, haha,.. nyengir lagi..hahaha ketawa lepas..hahahaha
Kita terdiam lagi sejenak untukku mengatur nafasku.
"Engga lah ngapain aku benci kamu, namanya jodoh ga akan bisa dipaksakan, saat kita belum jodoh apa aku harus membenci kamu?,.. menyalahkan takdir ? ya engga lah...."
Kamu janji  !??
"Iya aku janji ga akan pernah benci kamu, sampai kapanpun,, tapi untuk rasa sayang itu aku bisa stop mencintai kamu mulai saat ini juga,. Aku ga akan pernah mencintai kamu lagi itu komitmen ku,. Rasa yg tertinggal adalah rasa tulusnya persahabatan. Karena orang tuaku selalu mengajarkanku untuk tidak membenci siapapun meski kamu sakit dibuat nya."
Itu kenapa tadi aku katakan aku mencintai dia beberapa bulan terakhir tapi tidak untuk hari ini. Aku juga ga tau semenjak penolakan itu bukan rasa sakit berlarut-larut yg aku dapatkan, justru ketegaran hati bahwa aku mesti bisa menerima kenyataan tentang apa yg telah Tuhan gariskan untukku.
Setidaknya aku punya sedikit pengalaman untuk kuceritakan pada anak-anak ku nanti bahwa hidup ini penuh kisah-kisah tak terduga yg kadang tak kita inginkan.
Jika 5 tahun yg lalu aku yg salah karena tidak berani mengungkapkan padahal kesempatan itu ada, tapi untuk 5 hari yg lalu aku punya keberanian mengungkapkan niat baikku tapi kegagalan terjadi lagi karena penolakan.
Andai saja waktu bisa diputar kembali saat dulu aku punya keberanian seperti sekarang ini... Hahahaha sudahlah semua sudah terjadi.
Aku tidak menyalakan  takdir , aku tidak membenci mereka yg tak berjodoh denganku, insyaallah aku ikhlas menjalani sisa takdirku.
Takdir ditanya teman lama , keluarga, temen kerja  yg setiap ketemu aku selalu nanya kapan bawa calon,, mereka  aja udah punya anak masa aku masih betah dengan status bujang.
Hahaha aku ga pernah marah saat mereka mengejekku dengan sebutan aneh super jahat sekalipun. Anggap aja aku ga punya pikiran dan ga punya perasaan agar mereka puas meledekku.
Hehehe selow, kalian semua tetap temanku,, mungkin maksud mereka baik , agar aku mikir untuk cepat seperti mereka.
Heyyy !!!
Emng aku ga pengen seperti kalian ? Hanya orang gila yg ga mau itu,. 
Karena aku ga gila ya kalian pasti tau apa maksudnya.
Untuk kalian semua, jadi bukan aku ga mau seperti kalian.
Daripada kalian setiap saat becandain aku yg agak2 nyinyir itu mending kalian doain aku aja, moga suatu saat aku bisa seperti kalian.
Untuk cincin yg dikembalikan itu, tadinya aku berniat untuk menyimpan nya sampai nanti suatu saat ada wanita lain yg mau menerima nya.
Tapi setelah berpikir lagi,.. untuk apa ??
Untuk apa aku menyimpan nya, hanya akan mengingatkan kembali peristiwa ini jika suatu hari nanti aku membuka kotak cincin itu.
Mungkin beberapa hari ini akan ku jual kembali cincin itu,.. kalo nanti ada wanita yg siap menerima aku apa adanya, menerima keluarga ku, siap menjalani sisa hidupnya bersama denganku, cincin itu akan datang dengan sendirinya kepadaku untuk kuberikan padanya.
Aku tetap optimis, meski lambat jodoh untukku itu pasti ada.
Tuhan selalu sayang padaku Dia tidak akan mungkin membiarkan ku selama nya sendri seperti ini.
Semoga nanti yg dipilih kan tuhan itu benar-benar terbaik, baik hatinya ,
baik juga akhlaknya.
Aminnn 


Bogor, 13 Desember 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar