Rabu, 14 Februari 2018

Aku Tanpamu

"Daripada orang lain, aku lebih rela waktu yg menyembuhkan segala lukamu"

Berbekal ungkapan itulah akhirnya aku beranikan diri untuk maju dan mengungkapkan semua rasa yg telah ku pendam selama bertahun-tahun itu.  Sebab, dari semua yg aku rasa, yg aku alami, dan dari semua yg telah aku jalani, kamu adalah orang yg paling membuatku merasa berarti. Yg selalu mampu hadirkan kenyamanan dalam setiap keresahan yg aku rasakan.
Hingga aku percaya, bahwa kamu adalah Bidadari penyelamat yg Tuhan kirimkan untukku. Untuk menyembuhkan segala luka dan membuat hidupku lebih berwarna.

  Bersamamu, ku merasakan bahagia yg seutuhnya.
Kau mampu memberikan semua hal yg selama ini aku rindukan. Kasih sayang yg tulus dan menghangatkan jiwa.  Bersamamu, ribuan kisah telah aku lalui. Meski tidak selalu indah, namun semua sungguh bermakna.  Bersamamu, semua seakan sempurna.
Hingga aku percayakan hatiku sepenuhnya padamu.
Kuserahkan segalanya untukmu.
Dan ku pertaruhkan seluruh hidupku padamu.

  Namun, semesta punya rencana lain.

  Kamu adalah hidupku.
Udara yg selalu aku hirup disetiap nafasku.
Dara yg mengalir diseluruh sel tubuhku.
Kini semesta memisahkanku denganmu.  Aku limbung, jatuh dan terkapar. Lumpuh dan tak berdaya saat aku menyadari aku tak bisa lagi memilikimu.
Kau telah pergi jauh dari lingkaran hidupku.
  Tanpamu, aku tak tau lagi kemana langka harus menuju. Tersesat dan tak tau arah jalan pulang.
Sebab, kaulah yg selama ini aku tuju dan tempatku kembali.
Dan kini ku tak lagi bersamamu.

  Meski luka ini begitu dalam.
Sakit ini terasa sangat perih.
Dan semesta seakan begitu angkunya memisahkan kita.
Mungkin harapan ku untuk bersamamu hanya tinggal kenangan.
Walaupun aku takkan bisa lagi bersamamu.
Namun aku masih percaya, kaulah orangnya.
Bidadari Penyelamat yg Tuhan kirimkan untukku.

Bernyawa tapi tak hidup
Begitulah aku tanpamu
Jadi, Kembali lah.
Berikan lagi aku kasih sayang yg dulu
Hidupkan lagi jiwaku yg tlah mati

1 komentar: