Jumat, 09 Februari 2018

Masih, Tentang Kamu ?

Tepat setelah cahaya terpadamkan.
Kau bersinar sebagai satu-satunya yg kurindukan.
Ditempat ini aku berdiri.
Menulis kata mengukir kenangan yg masih mengendap dihati.
Dalam kesepian anganku melayang diantara pekat aroma kopi.

Diantara malam yg semakin memberikan kesunyian.
Bayangmu datang menyapa sebagai satu-satunya yg kuharapkan.
Didalam peluk yg pernah kau nikmati.
Aku masih sendiri, berharap kau akan datang kembali.

Pada kegelapan yg melahirkan kenangan.
Aku membicarakan tatapanmu yg selalu menyejukan.
Senyum mu yg tak pernah lepas dari ingatan.
Meski yg kini terasa hanya kehilangan.

Ku ingat lagi satu kisah yg pernah kita upayakan.
Mimpi-mimpi yg selalu kita harapkan.
Semua hancur berantakan.
Saat kau memilih untuk pergi sebelum satu persatu rencana yg kita perjuangkan terwujudkan.

Dan kini, yg tersisah dari semua ini hanyalah goresan yg kuabadikan sebagai prasasti kesendirian.
Memikirkanmu adalah kebiasaan yg belum bisa aku abaikan.
Sebab melupakanmu adalah pencapaian yg masih menjadi mimpi.
Karna dihatiku, kau masih satu-satunya yg mendiami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar