Rabu, 07 Maret 2018

Catatanku #1

Berada di titik lemah memang tak akan pernah mudah. Apalagi kalau berdiri sendiri tanpa ada bahu tempat menyandarkan segala lelah. Tapi, di saat itu aku juga tahu siapa yang benar-benar peduli atau sekedar ingin tahu apa yang terjadi.

Berjalan di atas luka dan lara. Merelakan kakiku basah oleh darah. Hanya demi sebuah pengharapan, kau sebut itu sebagai pengorbanan. Tanpa kau mau berdiri di sebelahku, sekedar menawarkan telinga untuk mendengarkan keluh kesahku.

Aku masih punya hujan yang selalu menutupi airmata di pipiku. Aku masih punya angin yang rela mendekap untuk meredakan gelisahku. Aku masih punya Tuhan yang kuyakini tak akan pernah salah memberikan jalan. Tapi satu, aku merasa sudah tak punya kau yang kuharap akan selalu ada agar bahagia lebih lengkap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar