Hujan..
Maafkan aku yang kali ini harus menepi.
Menepi untuk kesekian kali.
Tak membawa luka, tak membawa bahagia.
Tempat penepian yang terasa hampa.
Hujan...
Maafkan aku.
Yang kesekian kali aku terus hanyut karenamu.
Rindu saat kau hadir.
Dan terus rindu saat kau hilang.
Bersabar itu pasti.
Melangkah itu harus.
Namun bertahan, aku tak bisa menduganya.
Karena mufakat yg hakiki telah tiada di dalamnya.
Kau tau hujan?
Bahwa cinta adalah anugerah dan rahmat.
Sama seperti mu.
Maka dari itu, untuk mencapai cinta yg hakiki.
Aku harus menepi.
Menepi yang benar-benar menepi.
Biarlah hal itu ikut hanyut bersamamu .
Bersama aliran hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar