yang terpisah memang milikku
Luput dari tanganku
Kubuat jendelaku tahan angin
Dalam kabut maupun kelam
Supaya tepat kulihat sebuah jarak
Mengukur gugur daun
yang lepas dari masa silam
Aku berjalan terus
Mengulang musim demi musim
Menuju kabut dan kelam
Kulihat kelip lampu di seberang
Sejuk bagai danau
Tapi tak kutemukan disana pintu rumahku
Masihkah ada sebuah tempat duduk
Mengingat masa kecilku
Menahan airmataku.
.
Bogor, 29 april 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar