Masih setia dengan teh hitam
menerawang jauh ke ujung miracle
ikuti alur teka-teki hidup
susupi lorong demi lorong
hinggap sewaktu-waktu
bukankah setiap detik hati menggema ?
tertiup gaib di kedalaman ruh
setiap hujan; atau musim kemarau yang turun rinai gerimis, atau apapun yang kau jumpai
***
telah berjatuhan segala isyarat
lalu cinta datang melayang bagai kupu-kupu
gemersip sayapnya yang warna-warni
mendebarkan gejolak kedangkalan hatimu
jika kau kejar ia, maka ia terbang semakin jauh
bayangnya pun tak mampu kau raih
jika engkau diam
ia datang terbang menghampiri
demikian cinta (kata penyair)
***
kini sajak hujan menjelma bagai elang legam
terombang ambing angin
tetap teguh berterbangan
demi mencapai kebebasan
didetik waktu terhenti; tapi
sampai mana kau mengenal puisi ?
bagaimana kau akan eja puisi
jika kau tak punya kebebasan;
dan tak mau menikmati waktu berhenti
jangan-jangan kau benci puisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar