Dedy fortozora

Dedy fortozora

Minggu, 15 April 2018

Rindu ini sepi seketika

Telah ku lewati senyap yang panjang
yang tiap-tiap ruanganya menggema
rindu ini sepi seketika
Memekik ujung malam
...
aku duduk : mereka-reka sejarah
membuka catatan
barangkali ada sisa bagianmu tertinggal
...
karena terlalu naif
aku...
"menangis"

***

Diposting oleh Unknown di 04.10
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2019 (12)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2018 (70)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Mei (6)
    • ▼  April (14)
      • Teringat ibu
      • Kucari tempat untukku
      • Hubungan kakak-adik
      • Itu saja
      • Hmmm...
      • Goresan tangan si reka
      • Berdua saja menuju senja
      • Cerita lelaki penikmat hujan
      • Rindu ini sepi seketika
      • Jangan jangan kau benci puisi
      • Aku kau & hujan
      • Nyanyian malam
      • Yang tulus Terabaikan
      • Cerita kita
    • ►  Maret (16)
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (12)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (11)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)

Dedy fortozora

dedy fortozora
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.