Untuk seseorang yg tak kukenal sebelumnya yg ku panggil Ayah,sekalipun aku punya papa. Dulu, Mama jdi satu-satunya yg kusebut orang tua. Lama kami hidup berdua hingga kau datang menjadikan "kita" sebuah keluarga yg utuh. Entah kapan tepatnya mama dan kamu menikah,dan memintaku memanggilmu Ayah,aku tak bisa membuktikan perkataan teman-temanku kata mereka Ayah itu galak dan kaku, tapi aku tak melihat hal itu dalam dirimu.
Kadang, aku suka menghabiskan waktu untuk diam dan meremang merenungi kenyataan ketika papa memang tak lunas memenuhi tanggungjawab nya.ketidakhadiran papa yg seringkali membuatku berbeda dari teman-temanku lainnya. Tapi, kedewasaan menuntutku untuk ikhlas menerima, dengan segala yg sudah aku punya, bukankah tak ada yg harus dirisaukan? Akupun tak harus menyalahkan diri sendiri, Mama, atau keadaan membuatnya seperti sekarang? Bukankah ketidakhadiran papa tak perlu dipermasalahkan ketika sudah ada Ayah yg bisa menggantikan?
Tuhan memang sutradara yg hebat. Diantara kemalangan yg kudapat, sengaja Dia kirimkan seseorang yg boleh kusebut sebagai malaikat penyelamat.
Terimakasih Ayah aku mungkin tak bisa lunas membayar semua kebaikanmu, tapi izinkan aku merawat dan menjaga Ayah di akhir usia 😊😘
Senin, 16 April 2018
Goresan tangan si reka
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Meleleh, nangis bacanya. Yg udah ga punya bapak, pasti ngena banget
BalasHapusDia broken home, papa nya masih hidup tapi ga tau ada di mana skrg 😥
BalasHapus