Malam ini kau kembali menyapa setelah sekian lama,
Pesanmu hanya kubaca
Semoga kau paham maksud kalimat panjangku nona
Setelah "hai" darimu, tentangmu menggelantung dalam pejamku, menyeretku menjelajah waktu, terperangkap dalam kenangan dua tahun lalu, ah sialnya aku malah menuliskanmu, kau makin liar menjalari isi kepalaku
Kau dulu pernah mengisi ruang kosong disana, di hati seorang pria yang sempat menjadikanmu segala, menyayangimu dengan penuh semoga, menjagamu dari siapa saja yang ingin meluka. Tapi ruang itu kosong nona, memang sudah kosong sebelum kau ada disana, dia memilihmu menempatinya karena ia belum paham bahwa seharusnya disana tempat Rabnya, yang telah memberinya bahagia, namun selalu ia jadikan yang kedua. ya, pria itu aku
Maaf jika pamitku dulu membuatmu pilu, melepasmu saat itu adalah ujian terberatku,
Sayangnya kau tidak sepaham, kau memilih mendendam, kau jadikan kawanku sebagai pelampiasan. kau berhasil, melihatmu bersamanya sanggup membuatku terluka dalam gigil, tapi, bukankah semakin tinggi iman seseorang semakin berat ujian yang diberikan?
Setelah itu kau menghilang, cukup lama sampai akhirnya malam ini kau datang, mengucap salam, mengungkit cerita yang telah lama ku pendam.
Nona, jika tulisan ini kau baca, aku harap kau paham satu hal, bahwa; "saling mencintai karena Allah, tidak mungkin dengan cara yang tidak disukai Allah, kan?", Mari kita sama-sama berbenah, menjadi pribadi yang dirindukan Jannah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar